11 Jenis Tirakat Puasa Kejawen Dipercaya Bermanfaat Untuk Kekayaan

11 Jenis Tirakat Puasa Kejawen Dipercaya Bermanfaat Untuk Kekayaan

Tirakat Puasa Kejawen

Pertanyaan: “Mbak Widri, setiap kali saya berguru ke guru spiritual jawa ada saja tirakat puasa yang berbeda beda, sebetulnya ada berapa jenis sih mbak puasa yang memang digunakan untuk mengamalkan suatu ilmu atau ngelmu

Jawaban : Sebetulnya, untuk tirakat puasa sendiri, sudah tidak asing lagi, saya rasa mungkin setiap agama memiliki ibadah puasa dengan caranya masing-masing, kalau di islam kita kenal dengan puasa wajib di bulan ramadan dan puasa sunnah senin-kamis, ada lagi puasa daud yaitu puasa yang dilakukan dengan cara sehari puasa – sehari tidak. Menurut cerita yang pernah saya dengar, puasa senin itu karena bertepatan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang lahir pada hari senin, sedangkan hari kamis adalah hari yang penuh kemuliaan menjelang hari suci penuh barokah yaitu hari jumat, jadi disarankan, sepengetahuan saya seperti itu. Dan puasa yang sehari puasa sehari tidak, itu puasa daud adalah puasa yang dijalankan oleh Nabi Daud AS.

Masyarakat Jawa kuno sendiri memiliki banyak jenis tirakat untuk puasa. Karena kita tahu, orang jawa itu kuat tirakat. Dan itu sudah diakui oleh banyak orang bahkan ada saudara saya dari suku lain pun mengatakan demikian. Baiklah,  jenis-jenis puasa yang sudah dikenal oleh masyarakat jawa zaman dulu itu ada macam – macam.

Berikut ini adalah Jenis – Jenis Tirakat Puasa Kejawen, diantaranya:

  1. Pati geni, ada yang Namanya puasa pati geni yaitu puasa yang dilakukan dengan cara tidak makan, tidak minum, tidak tidur, serta hanya berdiam diri didalam kamar, tidak boleh menghidupkan lampu, tidak boleh main gadget karena gadget ada cahayanya, intinya harus dalam keadaan gelap.
  2. puasa Nglowong, ini adalah tirakat puasa yang cara melaksanakannya tidak makan, tidak minum, boleh tidur namun sebentar  dan boleh meminta pertolongan pada orang lain Ketika dia sedang melakukan tirakat puasa nglowong ini.
  3. Puasa Ngebleng yaitu puasa yang dilakukan dengan cara tidak makan minum, tidak boleh keluar kamar (hanya boleh keluar kamar jika ingin mengambil air wudlu, buang air dan sesuci) Juga boleh tidur sebentar.
  4. Puasa mutih, yaitu apa yang dimakan hanya nasi putih saja, tanpa garam, tanpa lauk-pauk, atau makanan lainnya dan hanya air putih bukan susu, tapi air mineral.
  5. Puasa ninggal nyawa, jadi puasa ini dilakukan sama seperti puasa lainnya yaitu tidak makan tidak minum, dan hanya boleh berbuka dengan makanan atau minuman yang tidak pernah mengandung nyawa seperti ikan, daging, bahkan telur sekalipun, puasa ninggal nyawa ini juga disebut dengan puasa ngeruh (Tanpa arwah)
  6. Puasa Ngrowot, Puasa ini adalah puasa yang lengkap dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan itu saja. Diperbolehkan untuk memakan buah lebih dari satu tetapi hanya boleh satu jenis yang sama, misalnya pisang 3 buah saja. Atau 3 apel saja dan buah buahan lain. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.
  7. Puasa Nganyep, Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan Mutih, perbedaanya makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa. Jadi kalau puasa mutih kan harus nasi putih, kalau nganyep ini nasi boleh pakai nasi merah, nasi hitam, intinya yang tidak dibumbui apapun, daging pun boleh dimakan, ikan juga boleh asalkan tidak diberikan bumbu apapun
  8. Puasa Ngidang – yaitu pengamal hanya diperbolehkan memakan sayur sayuran saja, dan air putih saja. Selain daripada itu tidak diperbolehkan.
  9. Puasa Ngepel – Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk memakan dalam sehari satu kepal nasi saja. Terkadang diperbolehkan sampai dua atau tiga kepal nasi sehari.
  10. Puasa Ngasrep – Hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja sehari. Jadi ini bukan puasa yang tidak boleh makan & minum dari terbit fajar hingga terbenam matahari, boleh makan diwaktu kapanpun namun hanya diperbolehkan 3 kali saja, dan makannya harus yang benar benar hambar tanpa rasa.
  11. Puasa Weton, yaitu puasa yang tata cara pelaksanaannya tidak makan tidak minum dari terbit fajar hingga terbenam matahari dan dilakukan di hari atau weton kelahiran, misalnya kelahirannya sabtu pahing, maka dia bakan berpuasa setiap hari atau weton sabtu pahing ini

Itulah beberapa jenis tirakat puasa kejawen yang ada dalam tradisi kepercayaan jawa kuno dan masih di uri-uri hingga sekarang bagi orang yang mengamalkan suatu ilmu kejawen. Dan tirakat puasa kejawen ini dipercaya bisa membawa pengaruh baik hingga kekayaan dan kemuliaan bagi si pengamalnya.

Akan tetapi untuk mengamalkan tirakat puasa ini harus ada guru pembimbing, apalagi jika anda ingin mengamalkannya untuk mendapatkan pesugihan, saran kami silakan hubungi Mbak Widri agar anda bisa mendapatkan pesugihan dengan atau tanpa tirakat puasa. Kontak Mbak Widri bisa anda hubungi di 085-643-967-000.

Konsultasi Gratis TELP/WA